Denpasar, 9 Maret 2012...
Sebelumnya maaf tulisan ini bukan tulisan memprovokasi akan tetapi tulisan ini menjadi kritikan bersama tentang keragaman budaya, agama, bahasa dan lainnya di negara tercinta kita Indonesia. "Ternyata nggak enak menjadi minoritas" itulah ungkapan yang dapat mencerminkan keadaan selama saya di Denpasar Bali. Kita pasti sudah mengetahui bahwa Provinsi Bali mayoritas beragama Hindu + 92,3%, Islam + 5,7%, dan lainnya + 2% (http://id.wikipedia.org/wiki/Bali)
Di sudut kota di Bali bahkan di setiap rumah penduduk ada tempat persembahyangan hindu (pura), selain itu di Bali ada juga Masjid, Vihara, dan Gereja. Akan tetapi sangat disayangkan di tempat wisata di Bali belum ada tempat ibadah Masjid/mushola yang belum memadai. Adapun hanya tempat sempit (2x2 meter), dengan luas ruangan untuk Kamar Mandi saja lebih besar kamar mandinya daripada Mushola. Mudah-mudahan pemerintah dan Masyarakat Bali terutama pelaku pariwisata Bali dapat menyediakan tempat auat ruangan yang lebih memadai untuk tempat beribadah Sholat untuk Ummat Islam.
Inilah arti penting dari toleransi beragama. Indonesia akan KUAT dan MAJU jika penduduknya BERSATU...!!! Rawe-rawe rantas, malang-malang putung. Salam ukhuwah Islamiyaah (pergaulan ala Islam, pergaulan dengan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamiin...)
Sabda Nabi Muhammad SAW:
"Islam akan berkembang dan berjaya dari negara timur nuun jauh di sana"
Semoga yang dimaksud Rasulullah adalah Indonesia, Indonesia yang banyak perbedaan tapi tetap bersatu...
Mari kita jaga bersama-sama kawanku....
Fastabiqul khairat..!!!
Nuun wal qolami wama yasthurun (Q.S. Al Qolam: 01)
I'am Muh Arif "DAKER"